Stroke iskemik

Stroke iskemik – Stroke iskemik ditandai dengan hilangnya sirkulasi darah secara mendadak ke area otak, yang mengakibatkan hilangnya fungsi neurologis yang sesuai. Stroke iskemik akut disebabkan oleh oklusi trombotik atau oklusi arteri serebral dan lebih sering terjadi daripada stroke hemoragik.

Sin-título-161-820x385.jpg

Gambar proyeksi intensitas maksimum (MIP) dari angiogram tomografi dihitung (CTA) menunjukkan defek pengisian atau stenosis bermutu tinggi pada titik percabangan batang otak serebral kanan tengah (lingkaran merah), yang mencurigakan untuk trombus atau embolus. CTA sangat akurat dalam mendeteksi stenosis pembuluh darah besar dan oklusi, yang menyumbang sekitar sepertiga dari stroke iskemik. Baca juga : Harga QnC Jelly Gamat

Lihat Stroke Akut, slideshow Gambar Kritis, untuk informasi lebih lanjut tentang kejadian, presentasi, intervensi, dan sumber daya tambahan.

Tanda dan gejala

Pertimbangkan stroke pada pasien yang mengalami defisit neurologis akut atau perubahan tingkat kesadaran. Tanda dan gejala stroke yang umum adalah sebagai berikut:

  • Timbulnya hemiparesis, monoparesis, atau (jarang) quadriparesis
  • Hemisensory defisit
  • Kehilangan visual monokuler atau teropong
  • Defisit bidang visual
  • Diplopia
  • Dysarthria
  • Droop wajah
  • Ataxia
  • Vertigo (jarang diisolasi)
  • Nystagmus
  • Aphasia
  • Tiba-tiba terjadi penurunan tingkat kesadaran

Meski gejala semacam itu bisa terjadi sendiri, kemungkinan besar terjadi kombinasi. Tidak ada ciri khas yang membedakan iskemik akibat stroke hemoragik, meskipun mual, muntah, sakit kepala, dan perubahan mendadak pada tingkat kesadaran lebih sering terjadi pada stroke hemoragik. Pada pasien yang lebih muda, riwayat trauma terkini, koagulopati, penggunaan obat terlarang (terutama kokain), migrain, atau penggunaan kontrasepsi oral harus diajukan. Baca juga : QnC Jelly Gamat

Dengan tersedianya pilihan reperfusi (terapi fibrinolitik dan endovaskular) untuk stroke iskemik akut pada pasien tertentu, dokter harus dapat melakukan pemeriksaan neurologis singkat namun akurat pada pasien dengan sindrom stroke yang dicurigai. Tujuan pemeriksaan neurologis meliputi:

  • Mengkonfirmasi adanya gejala stroke (defisit neurologis)
  • Membedakan stroke dari meniru stroke
  • Menetapkan garis dasar neurologis, jika kondisi pasien membaik atau memburuk
  • Menetapkan tingkat keparahan stroke, menggunakan ujian neurologis terstruktur dan skor (National Institutes of Health Stroke Scale [NIHSS]) untuk membantu dalam prognosis dan pilihan terapeutik.

Komponen penting dari pemeriksaan neurologis meliputi evaluasi berikut:

  • Saraf kranial
  • Fungsi motor
  • Fungsi sensorik
  • Fungsi cerebellar
  • Kiprah
  • Refleks tendon dalam
  • Bahasa (kemampuan ekspresif dan reseptif)
  • Status mental dan tingkat kesadaran

Tengkorak dan tulang belakang juga harus diperiksa, dan tanda-tanda meningismus harus dicari.

Diagnosa

Pencitraan otak yang tiba-tiba sangat penting untuk evaluasi stroke iskemik akut. Pemindaian tomografi terkomputasi nonkontras (CT) scanning adalah bentuk neuroimaging yang paling umum digunakan dalam evaluasi akut pasien dengan stroke akut. Teknik neuroimaging berikut ini juga dapat digunakan secara terbuka:

  • CT angiografi dan pemindaian perfusi CT
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)
  • Pemindaian dupleks karotis
  • Angiografi pengurangan digital
  • Lumbar tusukan
  • Tusukan lumbal diperlukan untuk menyingkirkan pendarahan meningitis atau subarachnoid saat CT scan negatif namun kecurigaan klinis tetap tinggi.

Studi laboratorium

Tes laboratorium yang dilakukan dalam diagnosis dan evaluasi stroke iskemik meliputi:
Hitung darah lengkap (complete blood count / CBC): Sebuah studi baseline yang dapat mengungkapkan penyebab stroke (misalnya, polisitemia, trombositosis, leukemia), memberikan bukti adanya penyakit bersamaan, dan memastikan tidak adanya trombositopenia saat mempertimbangkan terapi fibrinolitik. Baca juga : Manfaat QnC Jelly Gamat

  • Panel kimia dasar: Sebuah studi dasar yang dapat mengungkapkan gejala meniru (misalnya hipoglikemia, hiponatremia) atau memberikan bukti adanya penyakit bersamaan (misalnya diabetes, insufisiensi ginjal)
  • Studi koagulasi: Dapat mengungkapkan koagulopati dan berguna bila fibrinolitik atau antikoagulan digunakan.
  • Biomarker jantung: Penting karena adanya asosiasi penyakit vaskular serebral dan penyakit arteri koroner
  • Skrining toksikologi: Dapat membantu mengidentifikasi pasien yang mabuk dengan gejala / perilaku meniru sindrom stroke atau penggunaan
  • sympathomimetic, yang dapat menyebabkan stroke hemoragik dan iskemik.
    Tes kehamilan: Tes kehamilan urin harus diperoleh untuk semua wanita usia subur
  • dengan gejala stroke; aktivator plasminogen jaringan rekombinan (rt-PA) adalah agen kelas kehamilan C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s